Jumat, 07 Desember 2012

Perjuangan Meraih Cita-cita



Teman-teman sekalian, saat ini kita pasti bingung untuk memulai, memilih, menghitung, memikirkan persiapan bagaimana caranya untuk sukses meraih cita-cita. Tidak ada satupun di antara kita yang tidak memiliki cita-cita. Lalu apa yang harus kita lakukan?.
Saya pernah membaca, seorang Orator, seorang Motivator, sekaligus penulis Best Seller, Namanya Setia Furqan Khalid dalam bukunya Pemuda Karya Raya, beliau mengatakan :  “Kesuksesan bukan seberapa besar mimpimu, akan tetapi seberapa besar sikapmu untuk mimpi itu.”
ungkapan ini tidak bermaksud membatasi kita untuk meraih cita-cita, tetapi tidak lain adalah untuk memotivasi kita dalam perjalanan meraih cita-cita tersebut. Meraih cita-cita tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses dan perjuangan panjang yang melelahkan, maka tak jarang kita melihat orang lebih memilih berputus asa dan menentukan nasibnya sendiri dengan menerima apa adanya, beranggapan bahwa itu semua adalah takdir yang tidak dapat diubah.
Maka, yang terpenting bukanlah seberapa besar cita-cita kita, tapi seberapa besar sikap kita untuk meraih cita-cita tersebut. Percuma saja kita bercita-cita menjadi seorang pilot jika mental kita hanya sebatas mental kuli serabutan saja. Karena mental miskin itu lebih berbahaya dari miskin harta. Karena bila seseorang sudah terjangkiti mental miskin, hidupnya hanya mengandalkan belas kasihan, selalu merasa kurang, merasa tidak punya dan merasa tidak mampu. Kalaulah kita sudah terjangkiti mental miskin, pastilah susah kita untuk bersyukur kepada Allah swt. Kita tahu kekuatan rumah tergantung pada pondasinya, kuatnya pohon tergantung seberapa kuat akarnya. Maka mental seorang pilot haruslah mental baja yang tidak dapat dibangun dalam sekian detik. perlu proses, perlu waktu, perlu ujian, perlu bukti, dan sebagainya. Nikmati perjalanan cita-cita itu sebagai suatu tantangan dan jalan menuju kesuksesan. Jangan perdulikan hasil akhirnya, suatu saat kita pasti akan memetik buahnya.
Saya juga pernah mendengar, seorang yang saya anggap sebagai sang inspirator, beliau mengatakan : “Tidak selamanya kesuksesan itu dicapai dengan pendidikan.” Artinya apa? Orang yang pintar sekalipun, namun sifatnya tertutup, tidak cerdas dalam menghitung, dalam menilai, maupun dalam mengambil inti dari kegagalan, pastilah ia akan kalah dalam kesuksesannya. Saya yakin, seorang kuli bangunan sekalipun, jika ia cerdas dalam mengambil keputusan, bukan tidak mungkin ia akan meraih kesuksesan.
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Contohnya seorang kuli bangunan yang dipekirakan gaji pokoknya dalam dua hari adalah Rp.100.000. jika ia berpikir secara cerdas, maka ia akan menabungkan uangnya 50% untuk masa depannya, 25% untuk makannya, dan 25% untuk disedekahkan. Teman-teman sekalian, berbicara tentang sedekah, saya bertekad untuk lebih bersedekah daripada jajan. Memanfaatkan 25% dari hak saya kepada orang lain. Mulai dari sekarang, saya akan menabung. Saya juga bertekad, untuk membaca minimal dua buku dalam sebulan demi mendukung keberhasilan saya. Saya juga akan memberdayakan uang yang saat ini saya tabung dengan usaha berjualan pulsa, walaupun banyak di antara kita yang beranggapan bahwa berjualan pulsa tidak menguntungkan. Tapi itu adalah pemikiran yang salah bagi orang-orang yang cerdas, karena orang yang cerdas itu akan memanfaatkan situasi yang dianggap orang lain mustahil. Karena saya selalu mengingat sebuah lentera kata “ Satu kenyataan akan membuktikan seribu janji, satu kali jatuh, dua kali bangkit.
Oleh karena itu, teman-teman sekalian. Saya mengajak kelian semua khususnya kepada diri saya pribadi untuk selalu memegang prinsip Tidak ada kata gagal dalam hidup, yang ada hanya belajar dan sukses, jika saya belum sukses, maka saya harus lebih giat belajar” karena "Jika harga sebuah kegagalan itu begitu mahal, maka harga untuk investasi belajar itu begitu murah" maksudnya jika kita mampu mengambil hikmah atau pelajaran dari sebuah kegagalan, maka harga untuk belajar itu akan menjadi lebih murah.
Baiklah teman-teman, saya mempunyai beberapa tips untuk memantapkan kita dalam meraih cita-cita sekaligus kesimpulan dari isi pidato saya yang bisa teman-teman jadikan sebagai andalan :
  Yakin dan Percaya , bahwasanya orang yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, dimana ada kemauan pasti ada jalan, dan Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallah.
  Berpikir cerdas, mampu menimbang baik buruknya sesuatu yang akan dilakukan dengan ikhlas hati. Mau menerima nasehat dan banyak membaca untuk menambah wawasan kita dalam mewujudnyatakan cita – cita tersebut.
  Belajar dari kegagalan, Orang yang sukses adalah orang yang memiliki perubahan setiap hari untuk masa depannya. Dari keterpurukan kita belajar untuk berdamai dengan diri, dari kelapangan kita belajar untuk berbagi, dari kegagalan kita belajar untuk hati-hati, hingga mencapai puncaknya yaitu keberhasilan. Karena dari keberhasilan kita belajar untuk rendah hati, bukan sombong hati.
  Tidak berputus asa , Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati. Jika anda gagal di satu sisi, yakinlah bahwa Allah akan mensukseskan di sisi lainnya.
Pada suatu ketika, Iblis mengiklankan bahwa ia akan mengobral perkakas-perkakas kerjanya. Pada hari itu, seluruh perkakasnya dipajang untuk dilihat oleh para calon pembeli, lengkap dengan harga jualnya. Barang-barang yang dijual antara lain : dengki, iri, dendam, tidak jujur, malas, tidak menghargai orang lain, tak tahu berterima kasih, dan lain-lain.

Disuatu pojok display ada suatu perkakas yang bentuknya sederhana bahkan sudah agak aus, tetapi harganya paling tinggi diantara yang lain. Salah seorang pembeli bertanya, " Alat ini apa namanya?", Iblis menjawab, " Oh...itu namanya Putus Asa". "Kenapa harganya mahal sekali, kan sudah aus...?".
"Ya karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya biasa dengan mudah masuk kedalam hati manusia dengan alat ini dibandingkan dengan perkakas yang lain. Begitu saya berhasil masuk, dengan mudah saya dapat melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia tersebut.
Tahukah anda kenapa barang ini menjadi aus? karena saya sering menggunakan kepada hampir semua orang. Kebanyakan manusia tidak tahu kalau PUTUS ASA itu sebenarnya milik saya"
Jadi jika saat ini anda sedang beputus asa, maka ingatlah itu bukan berasal dari TUHAN! Segala sesuatu yang melemahkan iman berasal dari iblis...Waspadalah, jangan menjadikan diri kita bulan-bulanan iblis. Hari ini, Bangkit dan katakan pada iblis, "Tuhan adalah kekuatan dan perisaiku, bersamaNya aku tidak akan goyah" Lalu melangkahlah dengan iman.

Keadaan hidup kita mungkin sekali-kali memukul kita sampai jatuh, tetapi kita tidak boleh tetap tinggal di bawah... Berdirilah teguh...milikilah sikap dan mentalitas pemenang!!


2 komentar: